Bupati Belitung Buka Musda Adat Melayu Belitong

0
56

Tanjungpandan_Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, S.Sos membuka secara resmi kegiatan Musyawarah Daerah Adat Melayu Belitong Kabupaten Belitung Tahun 2020, Kamis, (20/8) bertempat di Rumah Adat Belitong.

Kegiatan ini dalam rangka pembentukan kepengurusan baru Lembaga Adat Belitong yang masing-masing anggota nantinya akan mewakili 5 (lima) kecamatan se-Kabupaten Belitung.

Ketua panitia pelaksana, H. Ismail Mihad dalam laporannya mengatakan adat melayu belitong merupakan khasanah budaya yang digali dan berakar dari nilai-nilai budaya yang ada di Pulau Belitung yang mengandung nilai-nilai luhur dan menjadi jati diri masyarakat Belitung yang tumbuh dan berkembang. “Untuk itu, menjadi tanggung jawab generasi muda untuk.mengembangkan, mengamalkan, serta mewariskan nilai-nilai luhur adat dan budaya belitong”, jelasnya.

Selanjutnya, dijelaskan Ismail Mihad, hari ini menjadi momentum untuk tetap berpegang teguh pada adat budaya daerah, khususnya adat melayu Belitong. “Tema musyawarah kali ini adalah Melalui Musyawarah Daerah Adat Melayu Belitong Kabupaten Belitung Tahun 2020, Kita Perkokoh Kekuatan Adat Dalam Membangun Negeri”, ujarnya.

Sementara Bupati Belitung, dalam arahannya menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini dan berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk merenungkan kembali atas segala musibah yang sedang terjadi saat ini terkaitnya pandemi Covid-19 yang sedang dihadapi seluruh belahan dunia. “Kita harus memaknai lebih jauh kegiatan ini, karena adat budaya merupakan tatanan kehidupan sosial dalam bermasyarakat. Untuk itulah, kita harus terus melestarikan segala tatanan adat budaya daerah untuk menciptakan suatu kerukunan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”, kata Sahani.

Lebih jauh, Sahani juga berharap ke depan, terkait dengan tatanan adat istiadat Belitong agar nantinya dapat dijabarkan dan diambil nilai-nilai filosofi yang terkandung didalamnya dan agar bisa dituangkan dalam sebuah buku tertulis. “Ke depan, Saya berharap lembaga adat dapat terus berperan dan bersinergi untuk membangun dan memberdayakan masyarakat. Karena, adat istiadat budaya sebagai tuntunan kehidupan kita ke depan dan juga menjadi tuntunan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah”, pungkas Sahani.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 58 peserta, terdiri dari: pelindung penasehat 5 orang, pengurus lembaga adat, 4 orang, pemulihan adat, 9 orang, camat se-Kabupaten Belitung, 5 orang, pengurus lembaga adat kecamatan, 20 orang, pengurus lembaga adat kelurahan dan desa, 10 orang, dukun kampong/dukun adat, 5 orang.
Musda ini menetapkan terpilihnya Kepengurusan Lembaga Adat Melayu Belitong yang baru secara aklamasi diantaranya; selaku Ketua Lembaga Adat Melayu Belitong, Hadi Adjin, Wakil Ketua, Ahmad Hamzah, Sekretaris, Ismail Mihad, dan Bendahara, Karseno. (DK)